Istilah kebebasan finansial sekarang ini telah begitu familiar di telinga kebanyakan orang. Ia menjadi suatu inspirasi banyak orang untuk mencapainya. Buku-buku yang sarat dengan kata-kata ini juga menjadi begitu laris. Apalagi dengan dibumbui kata-kata “cara mudah”. Maka semakin larislah buku-buku tersebut. Kata-kata ini menjadi magnet untuk menarik orang mengikuti seminar-seminar tentang investasi, cara cepat menjadi kaya, kiat menjadi usahawan sukses dan lain-lain. Kata-kata ini juga bisa digunakan oleh orang-orang untuk menggelar dagangan investasi bodong yang menjajnjikan return yang tak masuk akal serta program money game dan arisan berantai yang menjual harapan kosong dengan harga mahal.
Saya menulis masalah kebebasan finansial ini bukan berarti saya sudah bebas secara finansial. Jauh sekali rasanya menuju arah ini. Saya hanya menuliskan pemikiran saya berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca serta pengalaman hidup saya dan orang-orang di sekeliling saya.. Jadi kalau Anda mengharapkan tulisan tentang pengalaman hidup saya, sebaiknya Anda tidak melanjutkan membaca tulisan ini.Istilah kebebasan finansial sendiri, berdasarkan buku-buku yang saya baca (maaf, saya gak bisa menunjukkannya karena sudah lupa), adalah keadaan di mana Anda bisa membiayai hidup Anda dan keluarga dari penghasilan pasif tanpa harus bekerja. Penghasilan pasif diperoleh pada umumnya kalau Anda memiliki asset-aset yang memberikan penghasilan tersebut. Misalnya berupa dividen dari saham-saham yang anda miliki. Bunga dari deposito atau obligasi. Sewa dari property yang Anda miliki. Bisa juga dari royalty atas karya-karya intelektual Anda.
Nah, kayaknya susah memang untuk mendapatklan kebebasan finansial karena Anda harus mengumpulkan asset-aset terlebih dahulu. Namun bagi kita di Indonesia, sebenarnya ada cara mudah untuk mendapatkannya terutama bagi pejabat-pejabat pemerintahan dan pelaku-pelaku politik yaitu dengan korupsi (ups. bercanda ding). Tentu saja asalkan hasil korupsi Anda nantinya bisa membayar pengacara hebat untuk membolak-balik kata-kata hukum. Kalaupun Anda dipenjara, hasil korupsi bisa untuk membeli segala fasilitas hidup yang Anda butuhkan, termasuk jalan-jalan ke luar penjara. J
Tapi yang saya bahas di sini adalah cara susah lho karena saya yakin, cara mudahnya sudah tidak akan berlaku lagi di masa depan. Amin. Nah, secara singkat, langkah-langkah menuju kebebasan finansial bisa saya gambarkan sebagai berikut.
Pertama, Anda harus punya penghasilan. Ya iya lah. Intinya kan penghasilan ini. Bagaimana bisa bebas finansial kalau gak punya penghasilan. Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan. Bekerja ada cara yang paling umum. Anda juga bisa membuka usaha atau memberikan jasa keahlian Anda.
Kedua, ciptakanlah cash flow positif. Artinya pengeluaran Anda harus harus lebih kecil dari penghasilan Anda. Dua cara yang bisa ditempuh adalah tingkatkan penghasilan Anda atau menurunkan pengeluaran Anda.
Ketiga, selalu kontrol pengeluaran Anda. Kuncinya adalah kata “kebutuhan dan keinginan”. Selalu buat prioritas pengeluaran Anda. Jangan berbelanja karena alasan gengsi atau malu. Fokuskan pada kebutuhan Anda. Jangan meningkatkan pengeluaran sebanding dengan peningkatan penghasilan. Lakukanlah di bawah itu.
Keempat, sisihkan untuk menabung dan investasi. Pelajarilah cara-cara investasi baik property, reksadana, saham, emas dan lain-lain. Kelola risiko investasi dan hidup Anda. Pertimbangkan asuransi.
Nah, apabila asset-aset Anda sudah mencukupi, maka asset-aset Anda akan memberikan penghasilan pasif. Lama proses ini bisa bervariasi. Ada yang cepat ada juga yang lambat tergantung Anda mengelola penghasilan dan pengeluaran Anda. Target minimal sebaiknya ketika Anda pensiun Anda sudah tidak tergantung lagi pada pekerjaan Anda. Nah, selamat mencoba.









Januari 25, 2008 at 7:04 am
salam kenal ya….
Mei 3, 2008 at 7:53 am
mencapai kebebasan finansial itu seperti ngeblog; diawal-awal kita musti effort gede, sering ngepost, rajin-rajin komentar sampai ketika menghasilkan tinggal ongkang-ongkang dolar datang juga (bener gak sih?)
Juni 28, 2008 at 1:00 pm
o geethuw to, kira’in cara susahnya cara jadi sufi