Cuti “Paksa” Bersama

Minggu ini PNS dikejutkan dengan dikeluarkannya SKB tiga menteri. Dengan SKB ini, cuti bersama lebaran yang semula tanggal 12, 15 dan 16 ditambah dengan tanggal 17, 18, 19. Saya enggak tahu pertimbangan Bapak-bapak Menteri kita, yang jelas keputusan ini merugikan banyak PNS seperti saya. Mengapa demikian? Karena cuti bersama akan diperhitungkan dengan jatah cuti tahunan yang 12 hari. Jadi kalau tahun 2007 ini cuti bersama sebanyak 9 hari, maka jatah cuti tahunan tinggal 3 hari. Jadi cuti bersama ini seolah-olah memaksa pegawai cuti pada hari-hari tertentu. Padahal setiap pegawai tentu beda-beda kepentingan dan kebutuhannya.

Mungkin kebijakan cuti ini tidak pengaruh bagi PNS yang longgar kedisiplinan kantornya. Toh dia bisa bolos di lain hari. Soal absen kan bisa diatur. Atau PNS yang beban kerjanya tidak banyak, sehingga bisa dengan leluasa meninggalkan kantor. Nah, kebijakan ini cuma menguntungkan PNS-PNS seperti ini. Tapi coba bayangkan di kantor-kantor pemerintah yang beban kerjanya banyak, disiplinnya tinggi. Maka cuti adalah jalan keluar terbaik untuk memenuhi keperluan-keperluan yang membutuhkan beberapa hari ke luar kota.

Berikut ini keluhan salah seorang PNS tentang cuti bersama yang saya ambil dari forum diskusi intranet DJP yang saya kira mewakili banyak PNS yang lain.

 

Mungkin adanya cuti bersama dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan..tapi bayangin…

  1. Bagi teman-teman yang beragama non muslim menjadi terpaksa mengurangi cuti sekitar hari raya mereka (natal,waisyak,galungan,dsb..) dan terpaksa cuti lebih banyak di sekitar idul fitri, yang mungkin secara psikologis ga’ terlalu berkepentingan…
  2. Bagi yang mudik pake angkutan umum (KA,bus, kapal laut, pesawat), betapa repotnya harus mengganti jadwal tiket untuk 2-6 anggota keluarga, karena perubahan cuti bersama sudah mendekati lebaran, padahal tiket sudah dipesan sejak sebelum/awal ramadhan…bukan hal gampang mengganti jadwal tiket saat sudah mendekati lebaran (mohon maaf kepada Bapak2 Menteri… kira2 pada pulang kemana dan pake apa ya?…)
  3. Hak cuti 12 hari setahun diambil paksa cuti bersama 9 hari- SISA CUTI  3 (TIGA) HARI… dengan sisa cuti hanya 3 hari, PNS, Karyawan, harus mengantisipasi keperluan penting yang mengharuskan cuti misal untuk mendampingi kelahiran anak, nyari sekolah baru buat anak, pindahan/mutasi, kematian, hajatan nikah, sakit mendadak, dll yang kemungkinan besar bisa terjadi diluar cuti bersama hari raya…

mungkin saya cuma sedang berhayal..semoga saat menetapkan cuti ‘paksa’ bersama Bapak2 Menteri Yang (seharusnya) Kami Hormati sedang bingung…dan akhirnya merevisi ulang cuti ‘paksa’ bersama tersebut…semoga

 

 


  1. Sawali Tuhusetya

    Wah, itulah repotnya Pak Dudi. Para pejabat kita agaknya mulai kehilangan kepekaan untuk bisa menangkap suara rakyat :mrgreen: Ini persoalan serius yang perlu segera ditangani, sebab ini menyangkut perubahan kultural dari pejabat yang bersangkutan.

    Mungkin masukdnya baik pak, biar industri pariswisata mendapat berkah di liburan lebaran nanti :)

  2. mriyandi

    wah kaya gitu ya pa…
    saya uga dirugikah dengan keputusan ini pa.
    karena dari setjen memberikan vatas akhir pemberkasan tanggal 22 oktober, sementara sebelum di ajkan ke setjen beras CPNS kami harus di bawa ke eselon satu dulu…
    wah saya juga ikut pusing pa

    Beras atau berkas nih? He..he..he.. Sabar saja ya. Semoga cepat jadi CPNS nya.

  3. pr4s

    Tuh bisa beropini……

  4. dwi Yanto

    Pak Menteri Bilang Biar PNS gak molor lagi liburnya..:D. padahal udah tradisi mah kaga’ ngaruh kali yang penting sbenernya ketegasan sang Atasan..Kalo PNS aja merasa di rugikan apalagi yang Swasta spt kita2 dimana ijin sangat sulit..

  5. danalingga

    Untung kantor saya liburnya ndak ngikut yang baru, jadi cuti masih terpelihara dengan manisnya. :D

    Alhamdulillah. Semoga bisa menikmati cutinya yang manis :)

  6. Afif

    Menurut saya cuti bersama ini melanggar HAM……

    Kalau menurut saya nelanggar HAPNS (Hak Asasi PNS) :)

  7. papabonbon

    aku juga rusuh gara gara skb mendadak itu. tiket akhirnya akubiarkan hangus … untung cuman ka eksekutif sby banyuwangi yg 70 rb. kagak ngebayangin yg tiket pesawat gitu lho ….

    Wah, pegawai swasta kena imbasnya juga ya? Kalai PNS kayak saya ruginya jatah cuti habis buat cuti bersama. Hiks.

  8. dulken

    setuju om, gara2 pengunguman pertama bahwa cuti bersama cuma tgl 12, 15, 16 maka saya memutuskan untunk ndak pulang kampung, dan tiba2 keluar skb cuti bersama yang baru dengan penambahan tgl 17, 18, 19, akhirnya saya menghabiskan cuti saya selama 6 hari dgn sia2 karena tiket untuk pulang kampung udah keburu habis,kalaupun ada udah terlampau mahal harganya…

  1. 1 Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Pelaporan Pajak Masa September 2007 « Lembaran Perjalanan

    [...] on Oktober 4th, 2007. Sehubungan dengan adanya cuti bersama PNS tanggal 12 sampai dengan 19 Oktober 2007, maka Direktur Jenderal Pajak telah mengeluarkan Peraturan [...]



Leave a Comment